Instagram

woooossssssssaaaaaaaahhhhhhhh

sedikit aca ucu dari galeri BERSENI, dimana galeri ini sangat dekat sekali dengan serrum, yaitu di daerah PROKLAMASI dekat salah satu showroom mobil, tapi gw bener-bener nggak tau ada galeri disana :P .. 

perkenalkan dr sebelah kiri : MG - GUNAWAN - PUTRI,

OK, langsung aja disimak cerita gw mendatangi pameran tersebut, gw sampai sekarang juga nggak tau apa itu WOOSSAHH .. tapi gw juga ngk mau tau juga sih .. (simpel fren), .. hahaha

yang penting mah, temen2 gw bisa kumpul2 lagi di satu ajang pameran, dan mereka masih bisa kasi input ke para muda-mudi jakarta bagaimana cara memvisualisasikan sebuah karya dengan karakter masing2 seniman .. 

itu poto POPO di depan LIVE IS NEVER FLAT nya, (padahal mah mukenye doi kadang FLAT juga) .. kalo lo perhatiin di samping POPO juga ada ABI RAMA yang pake kacamata, yang kalo ditanya selalu jawab, OK DEH KALO ITU MAU LO .. maklum anak setan emang gitu ..

ini karya paling MEWAH nih, gawat dah, ada PROJECTOR-nya, yang laen mah cuma kanvas palingan, tapi ini karya dokumentasi milik orang yang paling gondrong di antara partisipan, RHARHARHA .. 

tuh orangnya yg di tengah, di apit sm mba KATHY dan dosen UNTAR yang paling 666, hahaha .. yaitu mas ADIT salah satu pendiri GRAFIS SOSIAL, .. 

kalo lo ke arah belakang, atau mau menuju ke WC, sebelumnya lo akan dihadapi sama karya SARKAS punya JAH IPUL yang sangar,.. tapi malam ini karyanya MANISSSSSSSS BANGETTT .. pake frame kaca minimalis .. anjritttttttttttt ..

ini punya BUJANGAN URBAN, .. jablay adalah orang yang paling baik malem ini, semua seniman di kasih baju sama doi, merk DSKL (sampe sekarang gw masih mikir kepanjangan DSKL itu sendiri apa, suwer..), #buat gw nggak ada baju nih broo .. ??

ini bagian depan meja tamu beserta salah satu APEL yg diri di base, walaupun bukan karya seni, tp manis banget yah, di atas base putih, warna apel nya juga putih, suwer manisss bangettt .. #envy (mau punya :( 

nah sebenarnya ini karya yang paling mahal nih kalo bisa dijual mahhh .. secara semua seniman gambar bareng di sana, terus kalo lo perhatiin ada 2 karakter di tengah milik ROBOWOBO yang jadi ikon pameran woossaahh (ada di posternya kok kalo mau liat detail) .. sama mas ISROL nih, yg baru aja kelar pameran di jogja dan sampe jakarta pameran lagi, ( produktif banget yah ) .. 

sippppppppppp .. ini bukan review kuratorial yah, gw cuma iseng di minggu pagi mau kasih info tentang sebuah pameran yang di selenggarakan sama teman2 seniman .. HAPPY CREATIVE brooooooo .. 

OLEH-OLEH DARI TEMAN SENIMAN

(DOK.TANDAMATA A MERCHANDISE PROJECT @ruru galeri 2012)

OLEH-OLEH DARI TEMAN SENIMAN

Oleh: M. Sigit Budi. S

 

Suvenir dapat berupa benda yang bentuk dan kondisinya beragam. Benda tersebut biasanya dicari seseorang apabila sedang berkunjung ke lokasi tertentu, di sebuah kota maupun negara. Benda-benda tersebutlah yang biasanya dapat merepresentasikan daerah kunjungan. Ketika Anda pergi ke pecinan, yang biasa dijumpai adalah barang-barang yang identik dengan warna merah. Ketika teman saya berkunjung ke Vietnam, suvenir yang saya terima adalah kaos merah bergambar bintang kuning yang sangat mencolok. Kaos tersebut banyak dijual di sana, dan banyak pula wisatawan yang membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibagi-bagikan kepada keluarga, teman, atau kolega mereka di negara asalnya.


(dok.P.A.L.U )


Suvenir, yang biasa disebut juga sebagai cinderamata, jelas bukan makanan. Apabila kita berkunjung ke Cirebon, Anda bisa saja membeli aneka jajanan yang berasal dari udang, yang memang dapat Anda beli untuk oleh-oleh. Namun selendang batik bermotif mega mendung umpamanya, sebagai suvenir, tentu akan dapat lebih dikenang sebagai buah pemberian seseorang. Makanan memang enak dan mengenyangkan, namun akan langsung habis begitu dimakan. Ia jadi tidak dapat dikenang, yang ada hanya kenyang.

Lain suvenir, lain merchandise yang berarti barang dagangan. Banyak yang mengira bahwa kedua kata ini mempunyai arti yang sama, sama-sama diperjualbelikan, dan dapat pula menjadi barang pemberian. Sebenarnya untuk merchandise, produk-produk yang diperjual-belikan adalah produk yang ditujukan untuk kepentingan promosi. Sebuah suvenir dapat saja berupa pasir yang diambil gratisan dari pantai Kuta, Bali, tetapi suatu merchandise grup musik yang ternama di Bali tentu harus dibayar dengan harga yang tertera.

(dok.kamengski)

Tak berbeda dengan kelompok musik, para seniman-seniman muda di Jakarta, yang beberapa di antaranya mempunyai latar belakang sebagai pelaku street artist, selain berkarya di medium dan medianya masing-masing, mereka juga membuat merchandise, yang biasa disebut sebagai “artist merchandise”. Produk-produk mereka bisa berupa kaos, stiker, poster, emblem, gantungan kunci, hingga tas.

Merchandise seniman menjadi hal yang menarik karena setiap seniman, grup, maupun komunitas mempunyai model desain merchandise yang unik. Dalam satu jenis aplikasi yang sama seperti kaos saja, desain yang ada bisa sangat beragam dalam jumlah produksi yang terbatas. Pada akhirnya, si merchandise seniman ini pun tak hanya dapat berfungsi sebagai alat promosi, melainkan sebagai sebuah karya seni yang memang layak dimiliki sebagai bentuk koleksi ataupun apresiasi.

( dok. GARDU HOUSE )

Beberapa merchandise seniman yang ada kini sangat mudah ditemukan di berbagai acara kegiatan pameran, musik, diskusi, atau peluncuran buku. Penjualan merchandise ini pun cukup menghibur pengunjung karena biasanya merchandise buatan seniman lebih menarik dan berbeda dibandingkan produk merchandise pada umumnya. Bila mencermati beberapa karya merchandise seniman seperti karya milik Jah Ipul dan Kamengski dari Jakarta, misalnya, Anda akan melihat karya-karya kolase yang berasal dari ilustrasi buku mengenai tafsir mimpi, togel, hingga beberapa majalah dan surat kabar. Gabungan dari beberapa sumber tersebut kemudian digabung dan diacak menjadi sebuah karya kolase yang tak biasa, yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk poster dan kartu pos.

Merchandise seniman bisa berbentuk sebuah karya yang baru atau duplikasi dari karya yang sudah ada. Hal ini tentu berguna untuk promosi karya seorang seniman. Dengan begitu, ia jadi dapat mengaplikasikan karya seninya dalam jumlah yang lebih banyak, dan tentunya dengan harga terjangkau. Namun ketika di tempat lain produk-produk promosi perusahaan komersial yang biasanya berupa pena, buku saku, dan pin, hadir sebagai media yang pada umumnya digunakan sebagai merchandise, para seniman sebenarnya dapat lebih kreatif d dalam hal memilih media atau presentasi yang tidak umum. Karya yang ditampilkan juga bisa saja tidak cuma menempel pada benda yang akan dijadikan merchandise, tapi merespons dan memanfaatkan hal-hal yang khas dari benda-benda tersebut. Dengan begitu, bisa saja karya yang dihasilkan akhirnya bukan hanya tempelan karya lama, tapi karya yang benar-benar baru karena hanya dibuat khusus untuk produk tersebut, dengan kemungkinan artistik yang lebih terbuka luas.


( dok. CUBATEES )

Kreativitas tersebut tentu diperlukan, terutama karena merchandise seniman sebaiknya juga hadir sebagai karya seni yang tidak hanya dapat dinilai dari segi promosi dan fungsi saja. Produk-produk ini tetaplah sebuah karya seni yang dihasilkan dari tangan seniman, yang dalam pembuatannya mempunyai proses kerja kreatif yang sejajar dengan karya-karya seni yang lain pada umumnya.

Sudah selayaknya pula kita memberikan apresiasi lebih pada karya-karya merchandise seniman dalam pameran ini karena beberapa dari mereka cukup intens dan fokus dalam menggarap merchandise-nya masing-masing sebagai sebuah karya seni, yang notabene bukan hanya sekadar media promosi belaka. Terima kasih untuk Tanda Matanya, teman-teman seniman.

 

( dok. Ika Vantiani )


( dok. Recycle Experience )


( dok. Jah Ipul )


( dok. KPK “Komunitas Pecinta Kertas ) 

D.R.I D.R.I D.R.I D.R.I

D.R.I

hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/ hammersonicmusicfestival \m/

hammersonicmusicfestival \m/

niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey- niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey- niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey- niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey- niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey- niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey-

niat banget gw capture dan gw upload di mari .. 

"THE SMITHS, .. I LOVED THE SMITHS" .. -zooey-

suicideblonde:

Carey Mulligan - New York, New York

terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa

terserah bahwa usia remaja itu memang telah berlalu, namun kualitas masih muda masih terjaga .. #eaa

.. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival .. .. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival ..

.. serrum present the exhibition tribute to mollo @goethe institute #s’To’s film festival ..

.. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” .. .. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” ..

.. DITAMPILNYA DOKUMENTASI OLAHAN DIGITAL PADA SAAT PEMBUKAAN PAMERAN “GRAFIS HURU-HARA HULU-BALANG” ..

GRAFIS HURU-HARA HULU BALANG

KARYA MURNI TELAH TIADA, KARNA MURNI TELAH LULUS TERLEBIH DULU

oleh : M.Sigit Budi.S

(karya Angga Cipta #acipt-silkscreen)


Murni memang telah lulus dari kampus, namun dia tetap menjadi sebuah fenomena di kampus. Sama halnya dengan fenomena keberadaan para penggiat GRAFIS MURNI di Jurusan Seni Rupa UNJ, yang sampai saat ini masih berani bergerak secara kolektif dan mandiri. Keberadaan karya-karya grafis di dalam institusi memang selalu berhubungan dengan kegiatan satu tongkrongan, kebersamaan, pergerakan, kelompok, dan kolektif. Grafis murni di UNJ memang turun temurun selalu bergerak secara konstan, hal tersebut bukanlah tuntutan dari sebuah institusi, melainkan menjadi sebuah kesadaran, kesadaran akan sebuah karya seni, sebuah ungkapan ekspresi, sebuah media pembelajaran yang akan dikondisikan menjadi sebuah karya, karya personal, karya grup, ataupun sebuah karya kolaborasi. 


(karya “ROBOWOBO”-silkscreen)

KRAAN adalah sebuah komunitas grafis murni yang terdiri dari mahasiswa angkatan’99, yang telah berhasil mendominasi grafis di kampus di awal tahun 2000. Kegiatan mereka disupport oleh mendiang seniman grafis Sudaryono yang telah membantu KRAAN, baik dalam segi teknis, teori dan bantuan alat kerja, salah satunya seperti peminjaman alat cetak. Beberapa event besar pun telah diikuti, salah satunya adalah event Rekor MURI dengan rekor mencukil kayu terbesar dan yang selanjutnya akan dicetak dan dipamerkan di Pasar Seni (TIJA).

 

Kemudian GRABAH ( Grafis Bawah Tanah ), kelompok ini memang tidak lama bertahan di kampus, para pendirinya pun akhirnya merubah nama GRABAH menjadi PROPAGRAPHIC MOVEMENT, dengan harapan akan kegiatan grafis yang lebih baik dan selalu eksis di kampus dan diluar kampus. Harapan tersebut terbukti hingga saat ini, teman-teman propagraphic masih terus berkegiatan dan terus menyerukan pesan-pesan propaganda yang ada di dalam karya-karya grafis yang ditampilkan di setiap kegiatan mereka, baik aksi berkarya di jalan, event tertentu, maupun pameran. Para pendiri propagraphic pun hingga saat ini masih berkontribusi di setiap event dan project yang dilaksanakan oleh mereka lewat project HAH dan P.A.T


(karya ABSM-stencil)

GOGORIGO meneruskan tradisi grafis dengan sepulangnya mereka dari Jogjakarta. GOGORIGO adalah kelompok mahasiswa angkatan 2002, mereka belajar Etsa (etching) atau cetak dalam, di Jogja bersama komunitas Taring Padi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu pilihan untuk mendalami satu bidang seni yang ada dalam rangkaian kegiatan KKL yang menjadi syarat kegiatan dari institusi. Sepulangnya dari Jogja mereka meneruskan kegiatan mereka dengan mengadakan pameran dan workshop secara mandiri untuk teman-teman seni rupa yang memang mau dan ingin mendalami karya grafis diluar cukil kayu dan cetak saring (sablon). Kegiatan tersebut pun dilakukan dalam rangka menyambut datangnya Mesin Cetak Grafis yang telah sekian lama diminta oleh teman-teman penggiat grafis di kampus.

 

PARTCRET adalah salah satu kelompok penggiat grafis yang lebih cenderung pada kegiatan grafis menggunakan sablon stiker dengan isu-isu yang sangat sederhana masalah lingkungan di kampus. Mereka adalah kelompok mahasiswa angkatan 2003, kegiatan mereka diantaranya adalah berkarya untuk dipamerkan di dalam kampus, baik mading jurusan, jendela jurusan, ataupun media baligho dan tembok-tembok di kampus. Kelompok ini hadir sebagai sebuah angin segar keberadaan seni grafis di kampus. Mereka membuat karya grafis tanpa ada tujuan untuk apapun, semua dilakukan hanya sekedar untuk mencukil, mencetak, dan menempel. Satu kata untuk PARTCRET, “liar”.

(karya dari dado-wacky - stencil and woodcut)

CARTERPAPER dibuat oleh kelompok mahasiswa angkatan 2005, kelompok ini melihat kegunaan dari stencil art, dan photocopy art menjadi bentukan lain yang akan mereka tampilkan untuk karya-karya mereka. Mereka memang tidak menyebut kelompok mereka sebagai kelompok grafis, dikarenakan kegiatan berkarya mereka yang masih melibatkan grafis murni  itu sendiri lah yang mengakibatkan mereka ikut berkontribusi  di dalam kegiatan grafis di kampus. Sebut saja karya-karya stensil dan fotokopi mereka yang sempat tersebar di mana-mana. Sesuai dengan nama mereka yaitu carterpaper, yaitu kater (cutter) dan kertas, pekerjaan yang mereka lakukan memang selalu berhubungan dengan ke dua benda tersebut, kater dan kertas.

 

SEHAT BERGAIRAH GRAFIS MURNI adalah bentukan kelompok secara kolektif yang dibentuk atas dasar kecenderungan karya grafis cukil kayu. Kelompok ini terbentuk dari beberapa mahasiswa yang berbeda angkatan di jurusan seni rupa. Apa yang mereka lakukan hingga saat ini meliputi pameran, diskusi, mengikuti event-event komunitas, dan workshop. Kegiatan mereka pun dilakukan di dalam kampus hingga luar kampus, bahkan hingga ke luar kota sekalipun. Kontribusi mereka untuk grafis murni UNJ semakin menguatkan jajaran kelompok-kelompok penggiat grafis yang sampai sekarang terbukti masih terus menunjukkan eksitensinya dalam berkarya grafis. Fokus mereka terhadap grafis itu sendiri ditunjukkan dengan adanya program-program dan project pameran yang mereka buat dan hasilkan.


(karya dari DHIGEL - woodcut)

GARIS KERAS DAN SPIK LALA merupakan kolaborasi gabungan dari dua kelompok yang sebelumnya berbeda, namun pada akhirnya  selalu bekerja bersama-sama dalam berkarya di setiap kegiatan. Mereka adalah kelompok mahasiswa angkatan 2006, mereka bergerak disetiap event yang ada, semangat yang mereka tampilkan benar-benar membawa gairah kembali untuk grafis murni di kampus. Beberapa kali karya yang mereka buat secara mandiri maupun event telah diberitakan di media cetak, dikarenakan unsur politis pada karya mereka yang sangat kuat yang mereka tampilkan disetiap kali ada kegiatan berkarya bersama-sama. Kegiatan mereka lebih banyak dilakukan di jalan-jalan, baik itu medium poster dengan sablon dan cukil kayu, atau media stensil sekalipun, hingga media fotokopi.

 

Pada kegiatan kali ini, kumpulan mahasiswa dan alumni seni rupa kembali mengadakan sebuah pameran yang bertajuk GRAFIS HURU HARA. Kegiatan ini mungkin menjadi salah satu kegiatan kompilasi para penggiat grafis yang sudah saya jabarkan sebelumnya. Pada kegiatan ini, para individu-individu di tiap-tiap kelompok grafis yang sudah memberikan kontribusi sebelumnya, kembali berkumpul di sebuah event Pameran. Kegiatan ini memang bukan hanya sebuah pameran karya grafis, melainkan bentuk silaturahmi kembali para penggiat grafis yang sudah tidak lagi berada di kampus, maupun teman-teman yang masih bergerak di dalam kampus. Karya-karya yang dihasilkan nanti selain hasil cetakannya akan dipamerkan, hasil cetakan tersebut pun akan dijadikan sebuah katalog pameran, yang isinya adalah murni hasil dari cetakan atau penggandaan karya mereka. Karya Grafis adalah sebuah cetakan, karya grafis dibuat untuk dapat menduplikat atau menggandakan karya masternya, grafis penuh dengan bahan kimia yang tidak sedap, proses pembuatan grafis sangatlah rumit, proses pembuatan grafis pun sangatlah kotor, selalu meninggalkan noda dimana-mana, tetapi karya grafis yang terbentuk, haruslah bersih.

 

SELAMAT BERKUMPUL KEMBALI TEMAN-TEMAN, SALAM :)