Instagram

silumanbanci

this is how for me to dealing with things ..
” artworks untuk CTV susu ultra “

” artworks untuk CTV susu ultra “

COOMING SOON BUKU KATALOG KOMPILASI SENIMAN AIRBRUSH INDONESIA

ANTARA MODIFIKASI, TEKANAN, DAN EKSISTENSI

Oleh : M.Sigit Budi.S


Penggunaan teknik Airbrush memang memerlukan bantuan tekanan oleh angin. Pada zaman purbakala, tekanan yang berasal dari angin dikeluarkan secara manual (ditiup), dan penggunaan mal (cetakan) menggunakan tangan. Ketika memasuki zaman modern, compressor telah diciptakan untuk menghasilkan angin yang tekanannya dapat diatur sesuai kebutuhan. Airbrush merupakan salah satu cara untuk memodifikasi bentuk atau membuat ilusi semu pada bidang karya.  Dalam hal modifikasi, para seniman airbrush selalu ditantang di setiap harinya. Tekanan dari para konsumen yang selalu berbeda-beda dalam hal bentukan visual yang ingin mereka tampilkan di kendaraannya memang selalu berbeda, baik dari bentukan objek hingga teknik yang ingin dicapai. Airbrush menjadi salah satu pekerjaan kreatif yang memang sudah diakui keberhasilannya di dalam menampilkan kualitas gambar atau sekedar grafik (pin stripping) yang baik dan cocok di dalam bentuk modifikasi.


   


Airbrush sendiri memang sudah menjadi bagian dari industri yang besar. Produsen alat-alat yang menopang kerja airbrush seperti produsen spray gun, pen brush, cat khusus airbrush untuk pewarnaan, hingga varnish, sampai cat untuk modifikasi glow in the dark sudah dapat dengan mudah dijumpai di kota-kota besar seperti Jakarta. Jual beli secara online pun sudah banyak kita temukan di beberapa situs jual beli. Bahkan para seniman airbrush untuk modifikasi pun sudah mulai mengiklankan portofolio pekerjaan mereka serta alamat tempat mereka bekerja (bengkel), di media cetak hingga non cetak seperti website dan blog.

Promosi para seniman airbrush sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan iklan seperti di media cetak dan non cetak seperti web dan blog tadi. Pendekatan perkenalan untuk mereka terhadap publik seni maupun otomotif atau publik secara general dapat dicapai juga dengan kegiatan Pameran dan pembuatan Buku (Katalog). Kegiatan seperti pameran dan pembuatan kompilasi seniman airbrush melalui katalog ataupun buku dapat menjabarkan kegiatan para seniman beserta bentukan karya mereka secara lebih detail dan lengkap (optimal). SERRUM (www.serrum.org) dengan AIRBRUSH INDONESIA (www.airbrushindonesia.tk), bekerja sama membuat 2 kegiatan yaitu sebuah pameran dan penerbitan buku katalog airbrush. Pada pameran yang sudah berlangsung bertemakan “PRESSURRE” diadakan di serrum galeri mengundang para partisipan airbrush untuk mengemas hasil karya mereka yang biasanya ada di modifikasi otomotif, menjadi ke media objek sehari-hari. Ada yang menggarap karya airbrushnya di kayu, sendok, manekin, hingga kanvas. Pameran ini merupakan tolak ujung kegiatan yang ditujukan untuk mensupport para penggiat airbrush untuk dapat memamerkan karya-karyanya.

Fokus kegiatan selanjutnya adalah pembentukan dan penyempurnaan Buku Katalog Airbrush Indonesia, yang akan mengkompilasi para seniman airbrush di Indonesia secara kolektif. Para seniman yang ada di katalog ini merupakan penggiat airbrush dari berbagai daerah dengan kecenderungan berkarya mereka masing-masing. Tidak hanya berasal dari karya-karya modifikasi di otomotif, melainkan ada yang mengaplikasikan karya mereka ke mainan (toys), Helm, Kanvas, Bak Truk, Tembok, hingga kaos (T-Shirt). Kegiatan pameran dan pembuatan buku katalog ini bertujuan memang sebagai sarana bagi para airbrusher di Indonesia untuk dapat memamerkan karya-karya mereka, dan sekaligus menjadi ajang kumpul para seniman airbrush di Indonesia. Kegiatan ini pun akan dapat memudahkan didalam mengumpulkan database para seniman airbrush di Indonesia, yang untuk kedepannya akan menuju pembuatan katalog yang lebih lengkap dan lebih banyak lagi mengundang para partisipan.

galulo asked: git... bum bum

nape ?? .. bum bum ?? .. bakar sate aja lah .. :)


TEMAN BARU TARZAN :)

Ular gadung adalah sejenis ular berbisa lemah yang tidak berbahaya. Ular ini termasuk dalam suku Colubridae. Di sebagian besar wilayah di Indonesia, ular ini disebut dengan ular pucuk. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental whip-snake. Disebut ular gadung karena ular ini sepintas mirip pucuk tanaman gadung. Ular pucuk berwarna hijau, panjang dan amat ramping. Terkadang ada pula yang berwarna coklat kekuningan, krem atau agak keputih putihan, terutama pada ular yang masih muda. Panjang tubuh keseluruhan saat dewasa bisa mencapai 2 m, tapi kebanyakan yang ditemui panjangnya sekitar 1,5 m dan lebih dari sepertiganya adalah bagian ekornya yang kurus. Bentuk kepala ular pucuk memanjang dan runcing di bagian moncongnya, terlihat jelas lebih besar daripada bagian lehernya yang kurus bulat seperti ranting berwarna hijau. Matanya besar, berwarna kuning dengan celah mata (pupil) mendatar. Panjang moncong minimal dua kali panjang mata. Pipi dengan lekukan serupa saluran horizontal ke arah hidung, memungkinkan mata melihat dengan pandangan stereoskopik dan memperkirakan lokasi mangsa dengan lebih tepat. Sisi atas tubuh berwarna  hijau terang atau hijau muda, merata hingga ke ekor yang biasanya berwarna sedikit lebih gelap. Bila merasa terusik, ular pucuk ini akan melebarkan, memipihkan dan melipat lehernya serupa huruf S, sehingga muncul warna peringatan berupa belang-belang putih dan hitam pada kulit di bawah sisiknya. Bagian bawah tubuh berwarna hijau pucat keputihan, dengan garis tipis kuning keputihan di sepanjang tepi bawah tubuh (ventrolateral). Sisik-sisik besar di bagian bibir atas (supralabial) berjumlah 8-9 buah, sisik yang ke 4 sampai ke 6 menyentuh mata. Sisik-sisik dorsal berada dalam 15 deret, dan 13 deret di dekat ekor. Sisik-sisik ventral berjumlah 189-241 buah, sisik analnya berbelah,  jarang ada yang tunggal, sisik-sisik subkaudal berjumlah kira kira 169-183 buah. Ular pucuk atau ular gadung ini sering terlihat atau didapati di pekarangan, kebun, semak belukar dan hutan. Ular pucuk menyukai pepohonan dan semak, tidak jarang terlihat menjalar di atas tanah, rerumputan, atau bahkan kadang menyeberangi jalan. Terkadang ular ini terlihat menjulurkan kepalanya di antara dedaunan, dan sesekali bergoyang seperti sulur-sulur pohon yang tertiup angin. Di Sumatra, ular ini ditemui mulai dari dekat pantai hingga ketinggian 1300m di atas laut. Ular gadung aktif di siang hari atau diurnal, memburu aneka hewan yang menjadi mangsanya seperti kodok, cecak dan bunglon, serta aneka jenis kadal kecil. Kadang ular pucuk juga memangsa burung dan mamalia kecil. Seperti banyak jenis ular pohon, ular gadung bersifat ovovivipar. Telurnya menetas di dalam rahim dan keluar sebagai anak ular sepanjang kurang lebih 20 cm. Sekali beranak ular pucuk bisa melahirkan 9 ekor bayi pucuk. Ada empat anak jenis (subspesies) dari ular yang memiliki nama ilmiah Ahaetulla prasina ini:
A.p. prasina. Tersebar luas mulai dari India bagian barat, Bangladesh, hingga Hong Kong, Burma, Indochina, Thailand, Semenanjung Malaya dan Singapore. Di Indonesia ular ini tersebar di pulau-pulau di sekitar Sumatra (Simeulue, Nias, Mentawai, Riau, Bangka dan Belitung), Borneo (termasuk Natuna dan Sebuku), Sulawesi (termasuk Buton, Kepulauan Sula dan Sangihe), Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan Ternate.
A.p. preocularis, tersebar di Filipina, termasuk di Luzon, Panay dan kepulauan Sulu.
A.p. suluensis tersebar di kepulauan Sulu, Filipina.
A.p. medioxima Lazell.
Ular gadung termasuk jenis ular yang mudah ditangkap dan mudah dijinakkan. Ketika baru tertangkap, biasanya ular ini agresif dan mudah terprovokasi. Memipihkan lehernya dan menampakkan warna-warna peringatannya, ular pucuk akan mencoba menggigit penangkapnya. Namun dengan penanganan yang lemah lembut dan hati-hati, umumnya ular gadung dapat segera ditenangkan. Bisa ular ini termasuk katagori menengah dan dapat membunuh seekor burung pipit dalam waktu beberapa menit saja. Tapi sejauh ini diketahui tidak membahayakan untuk manusia. Dampak gigitan bervariasi mulai dari luka gigitan kecil yang sedikit pedih atau agak gatal, sampai ke pembengkakan ringan disertai sedikit rasa pegal. Secara tradisional, luka gigitan ular ini biasanya diolesi madu atau diberi antiseptik seperti larutan yodium hanya untuk mencegah infeksi saja

http://www.satwaunik.com/informasi-umum/ular-gadungular-pucuk/

TEMAN BARU TARZAN :)

Ular gadung adalah sejenis ular berbisa lemah yang tidak berbahaya. Ular ini termasuk dalam suku Colubridae. Di sebagian besar wilayah di Indonesia, ular ini disebut dengan ular pucuk. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental whip-snake. Disebut ular gadung karena ular ini sepintas mirip pucuk tanaman gadung. Ular pucuk berwarna hijau, panjang dan amat ramping. Terkadang ada pula yang berwarna coklat kekuningan, krem atau agak keputih putihan, terutama pada ular yang masih muda. Panjang tubuh keseluruhan saat dewasa bisa mencapai 2 m, tapi kebanyakan yang ditemui panjangnya sekitar 1,5 m dan lebih dari sepertiganya adalah bagian ekornya yang kurus. Bentuk kepala ular pucuk memanjang dan runcing di bagian moncongnya, terlihat jelas lebih besar daripada bagian lehernya yang kurus bulat seperti ranting berwarna hijau. Matanya besar, berwarna kuning dengan celah mata (pupil) mendatar. Panjang moncong minimal dua kali panjang mata. Pipi dengan lekukan serupa saluran horizontal ke arah hidung, memungkinkan mata melihat dengan pandangan stereoskopik dan memperkirakan lokasi mangsa dengan lebih tepat. Sisi atas tubuh berwarna  hijau terang atau hijau muda, merata hingga ke ekor yang biasanya berwarna sedikit lebih gelap. Bila merasa terusik, ular pucuk ini akan melebarkan, memipihkan dan melipat lehernya serupa huruf S, sehingga muncul warna peringatan berupa belang-belang putih dan hitam pada kulit di bawah sisiknya. Bagian bawah tubuh berwarna hijau pucat keputihan, dengan garis tipis kuning keputihan di sepanjang tepi bawah tubuh (ventrolateral). Sisik-sisik besar di bagian bibir atas (supralabial) berjumlah 8-9 buah, sisik yang ke 4 sampai ke 6 menyentuh mata. Sisik-sisik dorsal berada dalam 15 deret, dan 13 deret di dekat ekor. Sisik-sisik ventral berjumlah 189-241 buah, sisik analnya berbelah,  jarang ada yang tunggal, sisik-sisik subkaudal berjumlah kira kira 169-183 buah. Ular pucuk atau ular gadung ini sering terlihat atau didapati di pekarangan, kebun, semak belukar dan hutan. Ular pucuk menyukai pepohonan dan semak, tidak jarang terlihat menjalar di atas tanah, rerumputan, atau bahkan kadang menyeberangi jalan. Terkadang ular ini terlihat menjulurkan kepalanya di antara dedaunan, dan sesekali bergoyang seperti sulur-sulur pohon yang tertiup angin. Di Sumatra, ular ini ditemui mulai dari dekat pantai hingga ketinggian 1300m di atas laut. Ular gadung aktif di siang hari atau diurnal, memburu aneka hewan yang menjadi mangsanya seperti kodok, cecak dan bunglon, serta aneka jenis kadal kecil. Kadang ular pucuk juga memangsa burung dan mamalia kecil. Seperti banyak jenis ular pohon, ular gadung bersifat ovovivipar. Telurnya menetas di dalam rahim dan keluar sebagai anak ular sepanjang kurang lebih 20 cm. Sekali beranak ular pucuk bisa melahirkan 9 ekor bayi pucuk. Ada empat anak jenis (subspesies) dari ular yang memiliki nama ilmiah Ahaetulla prasina ini:

  1. A.p. prasina. Tersebar luas mulai dari India bagian barat, Bangladesh, hingga Hong Kong, Burma, Indochina, Thailand, Semenanjung Malaya dan Singapore. Di Indonesia ular ini tersebar di pulau-pulau di sekitar Sumatra (Simeulue, Nias, Mentawai, Riau, Bangka dan Belitung), Borneo (termasuk Natuna dan Sebuku), Sulawesi (termasuk Buton, Kepulauan Sula dan Sangihe), Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan Ternate.
  2. A.p. preocularis, tersebar di Filipina, termasuk di Luzon, Panay dan kepulauan Sulu.
  3. A.p. suluensis tersebar di kepulauan Sulu, Filipina.
  4. A.p. medioxima Lazell.

Ular gadung termasuk jenis ular yang mudah ditangkap dan mudah dijinakkan. Ketika baru tertangkap, biasanya ular ini agresif dan mudah terprovokasi. Memipihkan lehernya dan menampakkan warna-warna peringatannya, ular pucuk akan mencoba menggigit penangkapnya. Namun dengan penanganan yang lemah lembut dan hati-hati, umumnya ular gadung dapat segera ditenangkan. Bisa ular ini termasuk katagori menengah dan dapat membunuh seekor burung pipit dalam waktu beberapa menit saja. Tapi sejauh ini diketahui tidak membahayakan untuk manusia. Dampak gigitan bervariasi mulai dari luka gigitan kecil yang sedikit pedih atau agak gatal, sampai ke pembengkakan ringan disertai sedikit rasa pegal. Secara tradisional, luka gigitan ular ini biasanya diolesi madu atau diberi antiseptik seperti larutan yodium hanya untuk mencegah infeksi saja

http://www.satwaunik.com/informasi-umum/ular-gadungular-pucuk/


BREAKFAST FOR MY FRIENDS :) = XENA

Pemberian MakanBeri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.
Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.
Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.
Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karna hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.
http://www.reptilx.com/tag/retic/

BREAKFAST FOR MY FRIENDS :) = XENA

Pemberian Makan
Beri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.

Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.

Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karna hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.

http://www.reptilx.com/tag/retic/