Instagram
.. another my scanography artworks in this gloomy night .. .. another my scanography artworks in this gloomy night .. .. another my scanography artworks in this gloomy night ..

.. another my scanography artworks in this gloomy night ..

TUTU SPLIT

it8bit:

True Love - by Brother Brain 
Super Mario World (SNES) Nintendo 1991.

(via: brotherbrain)

HAK ASASI MANUSIA DI DINDING KOTA

tulisan ini dibuat sebagai review P.A.T untuk di tampilkan di website milik GRAFIS SOSIAL di http://grafisosial.org/hak-asasi-manusia-di-dinding-kota/

Terima Kasih GRAFIS SOSIAL (Mas Adit dkk)


HAK ASASI MANUSIA DI DINDING KOTA

Project Akhir Tahun atau PAT adalah sebuah kegiatan berkarya seni di ruang publik pada malam pergantian tahun. Kegiatan ini bermula semenjak akhir tahun 2004 dimulai oleh tiga perupa kelompok Propagraphic Movement dari Jurusan Seni Rupa, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yaitu RM.Herwibowo (Robowobo), Arif Widiarso (Atto), dan Arief Rachman (Arman). Mereka memulai kegiatan ini dengan tiga buah karya poster yang dicetak manual dengan cetak saring atau sablon. Ketiga perupa dengan tiga ide itulah awal PAT. 

PAT Pertama di akhir 2003 jelang 2004

Pada malam pergantian 2011 menuju 2012 yang lalu, Propagraphic Movement kembali mengadakan PAT. Kegiatan yang berpusat di tembok flyover Slipi-Petamburan, Jakarta Barat dilakukan secara bersama oleh para street artistdari Jakarta, Depok, dan Tangerang. Tim Propagraphic Movement lebih dulu mengadakan diskusi kecil untuk mencari tema yang akan divisualisasikan dalam PAT 2011, hingga akhirnya terpilih tema Hak Asasi Manusia (Human Rights). Tema ini dipilih mengingat banyaknya kasus pelanggaran HAM di Indonesia, bahkan beberapa kasus belum terpecahkan. Diharapkan melalui PAT dapat menjadi karya penyadaran atau bentuk protes yang dapat mengingatkan siapapun yang melihatnya.

Setelah berjalan 7 tahun, PAT menjadi ajang kreasi sekaligus silaturahmi bagi para street artist dari berbagai wilayah. Melalui kegiatan ini dapat dicermati bagaimana pola kerja para street artist dan jejaringnya pada saat berkarya di ruang publik. Media Penyebaran informasi melalui jejaring media sosial seperti facebook dantwitter mempermudah para seniman untuk sesegera mungkin menginformasikan kegiatan di jalan, dan sesegera pula berkumpul di satu titik.

Karya PAT 2003 jelang 2004 oleh GARIS KERAS dan SPEAK LALA

Kegiatan berkesenian di dinding kota seringkali di kaitkan dengan kota New York. Kota riuh di Amerika Serikat ini dahulu sering menjadi medan pertempuran antar-kelompok pemuda. Masing-masing wilayah selalu ditandai dengan berbagai macam atribut dan tanda oleh si penguasa teritori tersebut. Salah satu bentuk penandaan yang dilakukan adalah melalui grafitiBerbagai karya pun bermunculan di dinding-dinding kota seperti poster, wheatpaste, stensil, dan mural, yang selain digunakan oleh para street artist sebagai penanda, juga sebagai bentuk ekspresi dan media perkenalan diri ke publik.

Karya-karya di ruang publik di Indonesia saat ini masih beragam, tidak sepenuhnya berupa karya-karya visual bertema kritik sosial atau hal-hal yang bermanfaat bagi warga. Beberapa street artist masih menampilkan bentuk visual berupa identitas personal atau kelompok di tembok kota – sebuah bentuk karya yang sekedar menghias, atau bahkan menyampah secara visual. Sesungguhnya karya yang tampil di ruang publik bukan milik perorangan, karena akses untuk menikmati dan melihat karya tersebut dimilik oleh semua orang yang melintasi di ruang tersebut. Kepentingan warga harus diperhatikan oleh para street artist dalam berkarya di ruang-ruang publik, sehingga tidak menjadi sampah visual yang mengganggu warga.

Kerja kolektif oleh para penggiat seni jalanan kini makin terstruktur. Para seniman tidak hanya berkarya, mereka juga mengumpulkan data street artist yang ada di Indonesia melalui organisasi Indonesian Street Art Database(http://award.indonesianstreetartdatabase.org/). Kerja keras para penggiat seni di ruang publik perlu diapresiasi layaknya karya seni dalam sebuah galeri komersial. Karena itu Pemda sebaiknya tidak memberi ijin pemasangan iklan di tembok-tembok kota yang biasa dipakai para street artist berkarya. Karya-karya street artist di ruang publik lebih mendidik daripada iklan-iklan komersial tersebut. Bahkan dari sisi konsumtivisme, iklan komersial adalah sampah visual. Berbagai informasi, berbagai isu sosial-politik, dalam bentuk mural dapat dinikmati warga – sebagaimana warga kota membaca headline surat kabar. Street art adalah hak asasi manusia, karena dia adalah sebuah media ekspresi dari warga untuk warga, tentang warga. 

*) M.Sigit Budi S. adalah Seniman dan Peneliti di Serrum (twitter: @mSigitBudiS)

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: karya Ami Simonyet Bali

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Amy Simonyet Bali (kiri), Ari dan Atto – Propagraphic (tengah), Kuas&Roll (kanan)

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Karya Kuas&Roll

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Karya Arman – Propagraphic

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Jeanny – Propagraphic

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Ronald – Propagraphic

PAT 2011 di Jembatan layang Slipi: Karya Tas-Tas Crew


Final Year Project, or better known as P.A.T (Project Akhir Tahun). This is an art project in the streets by making various kinds of propaganda art works like murals, graffiti, posters, wheat paste, stencil, sticker, or performance art in a welcoming new year. The theme is usually critical of the issue or phenomenon that is happening in people’s lives.

The theme used at this time PAT is Human Rights, where participants create art works of propaganda and awareness to the public about human rights, criticized the human rights issue that occurred in Indonesia.

VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory

VILLAGE VIDEO FESTIVAL @jatiwangi art factory

L.O.V.E

c h e e r s s s :)

.. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula .. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 
 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula

.. “SERRUM EXHIBITION DISPLAY ORGANIZER” .. 

 @MUSEUM NASIONAL - with GOETHE INSTITUTE #Jerman Untuk Pemula

TAGGING

TAGGING